Ali bin Abi Thalib dan ludahan seorang kafir
Ali bin Abi Thalib dan ludahan seorang kafir
Dalam
sebuah pertempuran, Ali bin Abi Thalib berhasil mengalahkan seorang
kafir. Kala itu, Ali menjatuhkan musuhnya setelah terjadi duel. Ali
kemudian menempelkan ujung pedangnya di leher orang kafir itu, dan
hampir saja melukainya karena marah. Dalam kondisi terdesak, si kafir
kemudian meludahi wajah Ali bin Abi Thalib dan membuatnya tercengang. Ali kemudian menarik pedangnya menjauhi leher si kafir. Niat untuk membunuh si kafir urung dijalankan oleh Ali. Ali lantas berkata, "Membunuhmu adalah perbuatan kurang bijaksana bagiku. Pergilah, aku tidak akan membunuhmu.
"Si kafir kemudian bertanya, "Kenapa engkau tidak membunuhku? Bukankah aku ini musuhmu?"
Ali menjawab dengan mengatakan,
"Ketika pedangku berada di lehermu,
saya sangat berniat membunuhmu. Tetapi ketika engkau ludahi saya, saya
tersadar, jika saya membunuhmu, itu bukan karena Allah, melainkan karena
saya dalam keadaan marah."
Mendengar perkataan Ali, si kafir
kemudian tertunduk dan menyungkur seraya memegang kaki Ali bin Abi
Thalib. "Ajarkan aku syahadat,"
kata si kafir itu sambil menangis.
Ali pun menuntun si kafir untuk mengucapkan kalimat syahadat. "Saya
bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan saya bersaksi Muhammad
adalah utusan Allah," kata Ali, yang diikuti si kafir.
Demikian, Ali
membimbing si kafir memeluk Islam. Sengitnya pertempuran tidak menjadi
penghalang untuk meniti kebenaran.(merdeka/1/8/13)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar